Kamis, 12 Maret 2026

“Kini Tak Perlu Lagi Memutar”: Kesaksian Warga di Balik Hadirnya Jembatan Sungai Tuntang



Grobogan-Pagi itu, suasana di tepian Sungai Tuntang, Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, terasa berbeda. Warga dari Desa Ngombak dan Desa Kentengsari berkumpul menyaksikan sebuah momen yang telah lama mereka tunggu. Di hadapan mereka kini berdiri sebuah jembatan gantung yang kokoh, membentang di atas aliran Sungai Tuntang yang selama ini memisahkan kehidupan dua desa.

Bagi sebagian orang, jembatan sepanjang sekitar 80 meter itu mungkin hanya terlihat sebagai sarana penghubung biasa. Namun bagi warga di dua desa tersebut, jembatan itu adalah jawaban atas penantian panjang yang telah berlangsung puluhan tahun.

Sekretaris Desa Kentengsari, Wartoyo, mengaku masih sulit menyembunyikan rasa harunya ketika melihat jembatan itu akhirnya berdiri. Selama ini, Sungai Tuntang menjadi penghalang utama mobilitas warga, terutama ketika musim hujan tiba.

“Terima kasih telah dibangun jembatan ini. Warga sudah berpuluh-puluh tahun menunggu adanya jembatan ini,” kata Wartoyo dengan nada penuh syukur.

Ia mengenang bagaimana dahulu masyarakat harus berjuang untuk sekadar menyeberangi sungai. Warga pernah membuat rakit sederhana yang ditarik secara manual menggunakan tali dari dua sisi sungai. Namun cara itu tetap penuh risiko dan tidak selalu bisa digunakan.

Sebelumnya warga pernah memakai rakit yang ditarik manual untuk menyeberangi. Apabila arus sungai deras, rakit tidak bisa dipakai. Sekarang dengan adanya jembatan ini akses warga jadi jauh lebih mudah.

“Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar sini,” ungkap Wartoyo.

Cerita serupa disampaikan Daryanto warga Kentengsari, salah seorang warga yang telah lama tinggal di kawasan tersebut. Ia menuturkan bahwa sebelum jembatan dibangun, wilayah itu seperti terisolasi oleh Sungai Tuntang.

“Sudah berpuluh-puluh tahun daerah ini seperti terisolir. Dulu ada perahu penyeberangan manual, tapi sudah hanyut terbawa arus,” ungkapnya.

Akibat tidak adanya jembatan, warga yang ingin menuju Desa Ngombak atau sebaliknya harus memutar jauh melalui Kecamatan Kedungjati. Perjalanan yang sebenarnya dekat itu berubah menjadi rute panjang yang melelahkan.

Daryanto mengungkapkan bila lewat Kedungjati jaraknya bisa sampai sekitar 12 kilometer. Perjalanan bisa 20 menit lebih hanya untuk sampai ke Ngombak. Kini bisa ditempuh hanya sekitar 5 menit.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh anak-anak sekolah. Setiap hari mereka harus menempuh perjalanan lebih jauh karena tidak adanya jalur langsung yang menghubungkan dua desa.

“Sekarang anak-anak sekolah bisa lewat sini, tidak perlu mutar jauh lagi ke Kedungjati,” lanjutnya.

Keberadaan jembatan tersebut kini menjadi harapan baru bagi masyarakat. Selain memudahkan akses pendidikan, jembatan juga mempercepat aktivitas para petani yang selama ini harus memutar jauh untuk menuju lahan pertanian mereka.

Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda yang digagas TNI Angkatan Darat untuk membantu membuka akses wilayah yang terisolasi. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, program tersebut diwujudkan melalui pembangunan 39 jembatan yang tersebar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari jumlah tersebut, 13 jembatan telah selesai dibangun, sementara 26 jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan oleh prajurit TNI bersama masyarakat. Pembangunan jembatan tersebut terdiri dari 20 jembatan Armco, 17 jembatan gantung, serta dua jembatan Bailey di berbagai wilayah Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Launching program pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan secara serentak oleh Kasad di berbagai daerah. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. dari lokasi Jembatan Gantung Sungai Tuntang di Desa Ngombak.

Kini, jembatan yang menghubungkan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari itu tidak hanya memperpendek jarak, tetapi juga membuka peluang baru bagi kehidupan masyarakat. Sedikitnya 1.073 kepala keluarga atau sekitar 6.418 jiwa kini merasakan manfaat dari hadirnya akses penghubung tersebut.

Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar bangunan yang melintang di atas sungai. Ia adalah jalan baru menuju sekolah, ladang, pasar, dan masa depan yang lebih baik—sebuah penghubung harapan yang akhirnya hadir setelah penantian panjang selama puluhan tahun. (Pendam IV/Diponegoro)

Share:

Senin, 09 Maret 2026

Babinsa Desa Sindangsari Serma Adi Purwanto Gelar Tarawih Keliling untuk Pererat Silaturahmi

 


JEPARA – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan positif, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Sindangsari, Serma Adi Purwanto, melaksanakan kegiatan “Tarawih Keliling” (Tarling) di wilayah binaannya. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Masjid Darussalam Dk. Bumirejo Ds. Watuaji Kec.Keling Kab.Jepara ini bertujuan untuk meningkatkan kedekatan antara TNI dan masyarakat setempat melalui jalur ibadah, Senin (09/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diawali dengan salat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan salat Tarawih bersama warga. Kehadiran Serma Adi Purwanto di tengah-tengah saf makmum memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah yang hadir. Selain menjalankan kewajiban ibadah, momen ini dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi sosial (Komsos) untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tingkat lingkungan selama bulan puasa.

Selain menjaga keamanan, kegiatan Tarawih keliling ini merupakan instruksi langsung dari komando atas, dalam hal ini Kodim 0719/Jepara, agar setiap Babinsa selalu hadir dalam setiap lini kehidupan masyarakat. Dengan berbaur langsung, diharapkan terjalin kemanunggalan TNI-Rakyat yang semakin kuat. Warga menyambut baik kehadiran Babinsa, karena selain sosok penegak disiplin, mereka juga melihat sisi religius dan humanis dari prajurit TNI di desa mereka.

Di sela-sela kegiatannya, Serma Adi Purwanto memberikan pendapatnya mengenai pentingnya kegiatan ini, “Kegiatan Tarawih keliling ini bukan sekadar rutinitas ibadah, namun merupakan jembatan hati antara kami sebagai Babinsa dengan seluruh warga. Melalui salat berjamaah ini, kami bisa mendengar langsung aspirasi masyarakat sambil memastikan lingkungan tetap kondusif selama Ramadan. Saya pribadi merasa bangga bisa diterima dengan hangat oleh jamaah Masjid Darussalam Dk. Bumirejo Ds. Watuaji; kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama kami dalam menjaga keutuhan wilayah.” Pungkasnya.

Share:

Minggu, 23 November 2025

TNI Perkuat Respons Penanggulangan Bencana, Pastikan Penanganan Dampak Erupsi Semeru Berjalan Cepat dan Terkoordinasi

 




LUMAJANG, tniad.mil.id — Upaya penanggulangan dampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo terus diperkuat melalui langkah cepat dan terkoordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait. TNI AD melalui jajaran Korem 083/Baladhika Jaya bersama Kodam V/Brawijaya turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak, Sabtu (22/11/2025).

Peninjauan dimulai dari SDN 04 Supiturang, yang menjadi salah satu titik utama pengungsian warga. Di lokasi ini, unsur TNI bersama instansi lainnya memastikan ketersediaan layanan kesehatan, logistik harian, perlindungan kelompok rentan, serta kesiapan fasilitas pengungsian. Personel di lapangan juga membantu pengamanan wilayah sekitar, mobilitas warga, dan penataan jalur evakuasi.

Sebagai bentuk dukungan kemanusiaan, disalurkan 19 item bantuan kemanusiaan, mulai dari selimut, kebutuhan balita, pakaian anak, perlengkapan mandi, hingga sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini ditujukan untuk memastikan para pengungsi mendapatkan pemenuhan kebutuhan awal selama proses darurat berlangsung.

Selain mengecek lokasi pengungsian, rombongan juga meninjau wilayah terdampak di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, salah satu kawasan dengan paparan material vulkanik paling berat. Kondisi rumah warga, sebaran material erupsi, kondisi jalur evakuasi, serta infrastruktur dasar menjadi fokus utama asesmen lapangan, sebagai dasar penguatan penanganan pasca-bencana oleh seluruh pemangku kepentingan.



“TNI akan selalu hadir untuk rakyat, terutama dalam kondisi darurat seperti ini. Sejak erupsi terjadi, kami langsung bergerak membantu evakuasi, pengamanan jalur, dan memastikan bantuan sampai ke masyarakat,” ujar Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir.

Jajaran TNI juga menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan tindakan cepat, terukur, dan penuh empati. Keselamatan warga, kelancaran distribusi bantuan, serta stabilitas wilayah menjadi fokus utama di lapangan. Unsur prajurit terus disiagakan mengingat dinamika aktivitas Gunung Semeru yang masih berada pada tingkat kewaspadaan tinggi.

Sinergi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan penanganan. TNI bekerja berdampingan dengan BPBD, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat pemulihan dan memastikan setiap langkah penanganan bencana dijalankan secara aman dan manusiawi.

Dengan kerja terkoordinasi dan dukungan penuh di lapangan, upaya penanggulangan dampak erupsi Semeru diharapkan dapat berlangsung cepat, tepat, dan memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat Lumajang. (Dispenad)




Share:

Sabtu, 15 November 2025

Dorong Swasembada Pangan Nasional, Kasad Resmikan Pompa Hidram di Banyumas

 


Jepara, tniad.mil.id – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., meresmikan instalasi pompa hidram di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (13/11/2025). Program ini menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Darat dalam mendukung ketersediaan air pertanian guna mewujudkan swasembada pangan nasional.


Peresmian bertema “TNI AD Manunggal Air Pertanian Dalam Rangka Mewujudkan Swasembada Pangan Nasional” ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Kasad bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., sebagai simbol dimulainya operasional pompa hidram yang dibangun untuk membantu para petani di wilayah tersebut.


“Sebetulnya peresmian ini merupakan rasa syukur karena program pengairan persawahan di Kecamatan Rawalo ini berjalan dengan baik. Sampai sekarang sudah ada sekitar 1.004 hektare yang bisa diairi, sehingga masyarakat bisa dua kali bahkan tiga kali tanam dalam setahun,” ungkap Kasad di hadapan awak media.


Kasad menambahkan bahwa program ini akan terus dikembangkan secara berkelanjutan melalui sinergi antara TNI AD dan pemerintah daerah. Ia menyebut telah berdiskusi dengan Gubernur Jawa Tengah untuk memperluas program serupa di wilayah lain sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan dan program prioritas Presiden.


“Ke depan kami akan terus memberikan dukungan dan memperluas program seperti ini, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan pasokan air bagi pertanian. Ini bagian dari kontribusi nyata TNI AD untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Kasad.


Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasinya atas kontribusi TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mengatasi persoalan kekeringan dan ketersediaan air di sektor pertanian. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran TNI AD, khususnya satuan teritorial, menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah.


“Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah, kehadiran Kasad dan TNI AD sangat kami butuhkan. Hal ini sudah ditindaklanjuti oleh jajaran teritorial seperti Kodim dan Koramil untuk membantu kegiatan di wilayah-wilayah yang kekurangan air. Momen ini sangat luar biasa bagi kami,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi.


Selain meresmikan Pompa Hidram di Rawalo, Kasad juga berdialog langsung dengan para penerima manfaat program Manunggal Air serta menyapa perwakilan dari berbagai daerah melalui video conference. Dalam kesempatan tersebut, Kasad turut menerima penjelasan terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) TNI AD yang berperan dalam mendukung program Makan Bergizi (MBG).


Kegiatan Kasad di Banyumas ini juga menjadi bagian dari rangkaian agendanya untuk memimpin Apel Komandan Satuan Komando Kewilayahan (Dansatkowil) Terpusat Tahun 2025 di wilayah Kodam IV/Diponegoro. (Dispenad)

Share:

Kamis, 20 Maret 2025

Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 di Desa Kendeng Sidialit, Komandan Kodim 0719/Jepara Pimpin Upacara Suksesnya Program Pembangunan

 


 Jepara– Upacara penutupan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 digelar di Desa Kendeng Sidialit, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, pada Rabu, 20 Maret 2025. Dalam acara tersebut, Komandan Kodim 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). TMMD kali ini mengusung tema “Dharma Bhakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan Di Wilayah.”

Program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 berhasil menyelesaikan berbagai kegiatan fisik yang signifikan bagi masyarakat Desa Kendeng Sidialit. Di antaranya adalah renovasi 3 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan betonisasi jalan tani yang sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan pertanian dan mobilitas warga. Kegiatan ini melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup.

Letkol Arm Khoirul Cahyadi. S. E., dalam amanatnya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2025. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Satgas TMMD, masyarakat Desa Kendeng Sidialit, serta instansi terkait atas kerja sama yang luar biasa dalam menjalankan program TMMD ini. Dengan semangat gotong royong, kita dapat menyelesaikan berbagai pekerjaan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas infrastruktur dan tempat tinggal,” ujar Letkol Arm Khoirul Cahyadi. S. E.

Lebih lanjut, Komandan Kodim juga menekankan pentingnya keberlanjutan hasil dari program TMMD, seperti pemeliharaan jalan tani yang telah dibetonisasi, agar dapat terus digunakan dengan baik oleh petani untuk mendukung kelancaran aktivitas pertanian mereka. Begitu juga dengan renovasi rumah yang diharapkan memberikan kenyamanan dan layak huni bagi keluarga yang menerima bantuan.

Upacara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tamu undangan, antara lain Bupati Jepara yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Bapak Moh Khasin, S.H., M.H., Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso, S.H., S.I.K., M.H. yang diwakili oleh Kabag Ops Kompol Sutono, Ketua PN Jepara Erven Langgeng Kaseh, SH., M.H. yang diwakili oleh Bapak Dimas Arman Adi Suyatno, S.E., serta Kajati Jepara yang diwakili oleh Kasi PAPBB Bapak Dimas.

Selain itu, hadir pula para pimpinan OPD Kabupaten Jepara, Forkopincam Welahan, kepala desa se-Kecamatan Welahan, Toga, Tomas, serta masyarakat setempat yang turut menyaksikan jalannya upacara.

Dalam upacara tersebut, Bupati Jepara yang diwakili Oleh staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Moh Khasin menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program TMMD yang sudah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Desa Kendeng Sidialit. “Program TMMD ini telah berhasil mewujudkan pembangunan yang signifikan di desa ini. Kami berharap, hasil dari program ini dapat terus dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik oleh warga,” ujar beliau.

Selain kegiatan fisik, TMMD juga melibatkan program non-fisik, yang mencakup penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan, pendidikan, dan wawasan kebangsaan, yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.

Dengan berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 di Desa Kendeng Sidialit, pemerintah daerah bersama TNI dan masyarakat berharap agar program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas di wilayah Kabupaten Jepara.

Share:

Senin, 20 Januari 2025

Dandim 0719/Jepara Serahkan Bantuan Perdana Program “Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara” di Desa Keling



Jepara – Penyerahan bantuan Perdana Program sosial Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara di serahkan secara langsung oleh Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E,. di rumah penerima  yang bertempat di dusun Anyar RT 01 RW 08 Desa Keling kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Selasa 21/01/202

Dandim 0719/Jepara Letkol ArmKhoirul Cahyadi, S.E,. menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Kodim 0719/Jepara untuk turut membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program ‘’Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara’’ yang dananya sumbangan sukarela anggota Kodim.“Bantuan ini di berikan  bentuk kepedulian kami terhadap sesama. Dan bantuan ini dapat meringankan beban  Bapak Sahli dan keluarga,” ujar Dandim 

Sebagai Penerima  Perdana program Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara Pak Sahli menyampaikan Kami Seorang duda yang bekerja Marbot Masjid dengan dua anak. Anak kami menderita gangguan jiwa (ODGJ), sementara anak kedua masih berusia 12 tahun dan duduk di bangku kelas 7 SMP.“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan Dari Kodim 0719/Jepara  Semoga bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban kami serta  keluarga,” ujar Sahli

Penyerahan bantuan Perdana ini awal program Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara  dapat berkembang dan menjangkau banyak masyarakat yang membutuhkan . Dengan adanya bantuan sosial seperti ini, Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana terwujud kemanunggalan antara TNI dan rakyat khususnya di wilayah Jepara. Tutup Dandim(Pendim0719)

Share:

Rabu, 15 Januari 2025

Dandim 0719/Jepara Hadiri Rapat Koordinasi Swasembada Pangan di Kantor Gubernur Jawa Tengah

 


Semarang – Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., menghadiri rapat koordinasi bersama Kementerian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Ketahanan Pangan di Gedung Ghardika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Kamis (16/1).  

Rapat yang dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait ini membahas langkah strategis dalam mendukung pencapaian swasembada pangan di Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah membuka rapat dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.  

Dalam rapat tersebut, Letkol Arm Khoirul Cahyadi.S.E, menyampaikan dukungan penuh dari Kodim 0719/Jepara terhadap program-program pemerintah, terutama di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Ia juga menyoroti pentingnya peran TNI dalam membantu masyarakat petani di wilayahnya untuk meningkatkan hasil produksi pangan.  

“Kami di Kodim 0719/Jepara siap mendukung segala upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Selain itu, kami juga berkomitmen untuk terus mendampingi para petani, memberikan edukasi, dan mendorong inovasi di sektor pertanian,” ujar Dandim.  

Dirjen Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa pencapaian swasembada pangan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Optimalisasi lahan pertanian, penggunaan teknologi modern, serta pendampingan terhadap petani menjadi kunci keberhasilan program ini.  

Dandim 0719/Jepara juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya memaksimalkan potensi pertanian di Jepara melalui program pendampingan dan sinergi dengan dinas terkait. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang mencukupi, tidak hanya untuk Jepara tetapi juga untuk mendukung kebutuhan pangan di tingkat provinsi.  

Rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa kesepakatan strategis, termasuk peningkatan pengelolaan lahan pertanian, distribusi pupuk, dan pendampingan intensif kepada petani. Pj. Gubernur Jawa Tengah mengapresiasi partisipasi aktif dari TNI, khususnya jajaran Kodim, dalam mendukung program ketahanan pangan di daerah masing-masing.  

“Kami yakin dengan sinergi yang terjalin baik antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, swasembada pangan di Jawa Tengah dapat tercapai sesuai target. Dukungan dari TNI sangat membantu dalam pendampingan langsung kepada petani di lapangan,” ujar Gubernur.  

Kehadiran Dandim 0719/Jepara dalam rapat ini menunjukkan komitmen kuat TNI dalam mendukung program pemerintah di sektor pangan, sekaligus memperkuat sinergi antara instansi pusat dan daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Share:

SUBCRIBE US

YOUTUBE

SINERGITAS TNI-POLRI

Computer Man

Label